CILEGON – Kabar membanggakan datang dari panggung internasional. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, hadir sebagai narasumber dalam forum bergengsi yang membahas masa depan pendidikan Indonesia. Mengangkat tema “Investing in the Future: Indonesia’s Path to Sustainable Education Financing”, forum ini menegaskan bahwa pendanaan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak dapat ditunda.

Dalam forum tersebut, Prof. Unifah menyoroti posisi Indonesia yang memiliki komitmen kuat melalui amanat konstitusi dengan alokasi 20% anggaran untuk pendidikan. Langkah ini dipandang secara global sebagai bentuk kepemimpinan dalam memastikan akses pendidikan yang merata.

Meskipun komitmen anggaran cukup besar, Prof. Unifah tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan yang juga menjadi perhatian para pendidik di daerah, termasuk di Kota Cilegon. Beberapa poin krusial yang dipaparkan antara lain:

  •  Infrastruktur Sekolah: Tercatat sekitar 60% ruang kelas di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat.
  • Krisis Guru & Sertifikasi: Selain kekurangan jutaan guru secara global, Indonesia menghadapi tantangan internal di mana 35% guru mengalami keterlambatan dalam proses sertifikasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan motivasi mereka.
  • Fragmentasi Pendanaan: Adanya ketimpangan implementasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah akibat tata kelola pendanaan yang belum merata.

Sebagai organisasi profesi, PGRI terus menunjukkan taringnya dalam memperjuangkan nasib guru. Dalam sesi tersebut, dipaparkan keberhasilan advokasi PGRI yang telah mendorong rekrutmen 869.000 guru baru untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik secara nasional.

Prof. Unifah menekankan pentingnya Dialog Sosial yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Tiga Pilar Transformasi Pendidikan

Untuk membangun pendidikan yang tangguh, forum tersebut menyepakati tiga pilar utama sebagai rujukan bagi seluruh pemangku kepentingan:

  •  Pendanaan Publik yang Berkelanjutan: Memastikan efektivitas setiap rupiah yang dianggarkan.
  •  Alokasi Cerdas dan Reformasi: Distribusi anggaran yang transparan dan adil hingga ke tingkat daerah.
  • Kemitraan Strategis: Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Menanggapi hal ini, semangat yang dibawa oleh Ketua Umum PB PGRI diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus dan anggota PGRI Kota Cilegon untuk terus solid dalam mengawal kebijakan pendidikan di tingkat lokal.

Pendidikan bukan sekadar angka dalam anggaran, melainkan tentang masa depan anak bangsa yang dibangun dari dedikasi para guru di ruang-ruang kelas.

Sumber Materi: Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd

Editor: Admin Website PGRI Kota Cilegon

Tag: #PGRICilegon #PB_PGRI #UnifahRosyidi #PendidikanIndonesia #ForumInternasional #GuruBermartabat