BOGOR – Komitmen jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan kembali dibuktikan. Di sela-sela padatnya agenda organisasi, pengurus melakukan kunjungan kerja strategis untuk meninjau langsung pelatihan peningkatan kompetensi 109 Kepala Sekolah SD dan SMP asal Kota Cilegon yang bertempat di Balai Guru Tenaga Kependidikan l (BGTK) Banten, Parung, Bogor.

Kunjungan ini merupakan agenda terencana yang diawali dengan koordinasi intensif dan komunikasi formal bersama pihak BGTK Provinsi Banten. Kehadiran rombongan yang terdiri dari Ketua, para Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Pengurus Bidang, hingga perwakilan K3S ini bertujuan memastikan proses transformasi kepemimpinan sekolah berjalan selaras dengan visi organisasi.

Dalam arahannya, Ketua PGRI (Bahrudin) menegaskan bahwa organisasi profesi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap anggotanya mendapatkan dukungan terbaik saat menempuh pengembangan profesi.

“Kepala sekolah adalah nakhoda. Melalui pelatihan di BGTK ini, kami berharap 109 kepala sekolah kita membawa pulang bekal perubahan yang nyata untuk kemajuan pendidikan di Cilegon,” ungkapnya.

Herwan Febriyadi, selaku narasumber dari BGTK Banten, menyambut positif kunjungan ini sebagai bentuk sinergi yang luar biasa.

“Kehadiran pengurus PGRI memberikan dimensi motivasi yang berbeda bagi para peserta. Sinergi ini memastikan bahwa materi teknis yang kami berikan mendapat dukungan penuh dari sisi kebijakan organisasi,” jelas Herwan.

Para peserta pelatihan yang terdiri dari kepala sekolah lintas jenjang mengaku bangga atas perhatian yang diberikan pengurus. Pa Sarono, salah satu peserta, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi penyemangat ekstra. Senada dengan itu, Pa Uung menambahkan:

“Kami merasa tidak sendirian dalam berjuang meningkatkan kualitas sekolah. Kehadiran pengurus di lokasi pelatihan di Parung ini menjadi bukti nyata kepedulian mereka terhadap peningkatan kompetensi kami.”

Langkah strategis ini sejalan dengan teori “Distributed Leadership” yang sering ditekankan oleh para ahli manajemen pendidikan seperti Alma Harris, di mana keberhasilan sekolah ditentukan oleh kolaborasi jaringan kepemimpinan yang luas. Selain itu, merujuk pada pesan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tuladha, peran pengurus yang hadir langsung di tengah anggota menjadi teladan nyata dalam kepemimpinan yang melayani.

Menunjukkan dedikasi tanpa henti, segera setelah menyelesaikan kunjungan di Parung, seluruh jajaran pengurus PGRI langsung memacu kendaraan menuju Ibu Kota. Rombongan bertolak ke Kemayoran, Jakarta, untuk mengikuti Konferensi Kerja Nasional (Konkernas).

Partisipasi dalam Konkernas ini menjadi sangat penting untuk menyuarakan aspirasi para guru dan kepala sekolah di daerah agar menjadi kebijakan nasional yang strategis. Dari Bogor untuk Cilegon, dan kini menuju Jakarta untuk Indonesia, PGRI terus bergerak demi kemajuan dunia pendidikan.