
JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menegaskan komitmennya sebagai rumah besar bagi para pendidik melalui penyelenggaraan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II Masa Bakti XXIII. Bertempat di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta, kegiatan yang berlangsung pada 16–18 April 2026 ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tahun ini, Konkernas mengusung tema besar: “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju.” Tema ini merefleksikan filosofi bahwa kemajuan pendidikan nasional tidak hanya bertumpu pada kecanggihan sistem, namun berakar pada soliditas dan profesionalisme para pendidiknya.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang hadir dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Beliau menekankan pentingnya hasil konferensi ini sebagai landasan kebijakan organisasi yang strategis.
“Kami berharap hasil dari konferensi ini dapat menjadi peta jalan yang konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan,” ujar Unifah.
Selain agenda formal, beliau juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momen ini sebagai ruang mengenal lebih dekat dinamika ibu kota Jakarta, seraya mempererat jejaring antar-daerah.
PGRI Kota Cilegon menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda nasional ini dengan mengirimkan delegasi intinya. Hadir langsung di lokasi acara:
1. Bahrudin (Ketua PGRI Kota Cilegon)
2. Edi Roseno (Sekretaris)
3. Susilawati (Bendahara)
Kehadiran jajaran pengurus ini menjadi bukti nyata keseriusan PGRI Kota Cilegon dalam menyelaraskan arah kebijakan organisasi di daerah dengan visi nasional, demi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru di Cilegon.
Memasuki agenda inti, sidang pleno digelar untuk mengesahkan jadwal acara serta tata tertib persidangan. Sesi ini dipimpin oleh Ahmad Waseh, salah satu pengurus PB PGRI, yang memastikan jalannya konferensi berlangsung demokratis dan terstruktur.
Konkernas II ini secara spesifik difungsikan untuk:
- Menyusun arah kebijakan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi.
Menjadi wadah dialog terbuka bagi guru dari berbagai pelosok negeri untuk berbagi inovasi dan tantangan di lapangan.
Memperkokoh rasa persaudaraan (solidaritas) dalam tubuh PGRI sebagai organisasi profesi tertua dan terbesar di Indonesia.
Sekretaris PGRI Kota Cilegon, Edi Roseno, yang hadir mendampingi Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Konkernas tahun ini. Menurutnya, momentum ini merupakan ajang “cas energi” bagi pengurus di tingkat daerah.
”Kegiatan ini sangat strategis bagi kami di Kota Cilegon. Melalui forum ini, kita dapat menyelaraskan langkah dengan kebijakan pusat, terutama dalam menghadapi dinamika pendidikan yang makin kompleks. Sesuai tema, kekuatan kita memang ada pada silaturahmi dan soliditas antar-pendidik,” ujar Edi Roseno di lokasi kegiatan.
Melalui forum ini, PGRI berharap dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu mendorong transformasi pendidikan nasional melalui penguatan peran guru sebagai agen perubahan.




