CILEGON, 14 April 2026 – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon, Bahrudin. memberikan apresiasi mendalam dan dukungan strategis terhadap akselerasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Kota Cilegon. Langkah legislatif ini dinilai sebagai momentum krusial dalam memproteksi sekaligus mengeksplorasi kekayaan intelektual serta kearifan lokal Cilegon.

Dalam pernyataan resminya, Bahrudin menegaskan bahwa kehadiran Raperda ini bukan sekadar landasan hukum formal, melainkan manifesto komitmen daerah untuk menjadikan kebudayaan sebagai instrumen vital pembangunan karakter bangsa.

“Kami di PGRI Kota Cilegon memandang Raperda Pemajuan Kebudayaan sebagai langkah visioner. Guru memiliki peran sentral dalam transmisi nilai-nilai luhur. Kebudayaan adalah akar dari pendidikan karakter; ia tidak boleh tergerus oleh modernitas, melainkan harus menjadi fondasi utama bagi generasi emas Cilegon,” ujar Bahrudin.

Lebih lanjut, Bahrudin menyampaikan penghargaan tinggi kepada Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pemajuan Kebudayaan DPRD Kota Cilegon. Secara khusus, ia menyoroti dedikasi Bapak Ayatullah Khumaeni selaku Ketua Pansus yang dinilai sangat akomodatif dan komprehensif dalam menyerap aspirasi berbagai elemen masyarakat.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Ayatullah Khumaeni, kami optimis Raperda ini akan melahirkan regulasi yang implementatif dan berpihak pada pelestarian jati diri daerah. PGRI siap bersinergi secara akademis maupun praktis untuk mengintegrasikan substansi kebudayaan ini ke dalam ekosistem pendidikan di Kota Cilegon,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

PGRI Kota Cilegon berharap agar proses legislasi ini segera mencapai tahap finalisasi. Dengan disahkannya Raperda tersebut, diharapkan muncul program-program konkret yang mampu menyentuh dunia pendidikan secara langsung menciptakan ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Kehadiran regulasi ini diproyeksikan akan memperkokoh posisi Kota Cilegon sebagai kota yang modern secara infrastruktur, namun tetap memegang teguh nilai-nilai peradaban dan identitas budaya yang luhur.