
CILEGON, 7 April 2026 – Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perempuan PGRI yang bertajuk “Sinergi Perempuan Pendidik dalam Membangun Karakter Bangsa.” Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Ibunda Guru Kota Cilegon, Hj. Alfi Rizki Aghnia Robinsar, Ketua PGRI Kota Cilegon beserta jajaran pengurus, serta perwakilan Sekbid Pemberdayaan Perempuan dari seluruh cabang di Kota Cilegon.
Acara dibuka dengan laporan dari Sekbid Pemberdayaan Perempuan PGRI Kota Cilegon, Ratu Hamdah. Dalam pengantarnya, beliau menekankan pentingnya wadah koordinasi ini sebagai motor penggerak inovasi bagi guru perempuan di Cilegon.
“Rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum bagi kita untuk menyatukan visi. Perempuan PGRI adalah pilar utama dalam ekosistem pendidikan di Cilegon. Dengan dukungan dari Ibunda Guru dan sinergi antar cabang, kita ingin memastikan bahwa program pemberdayaan perempuan tahun ini menyentuh aspek kesejahteraan, perlindungan hukum, dan peningkatan kompetensi profesional,” ujar Ratu Hamdah.
Ketua PGRI Kota Cilegon memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Badan Perempuan PGRI yang dipimpin oleh Eti Kurniawati. Beliau menekankan bahwa soliditas organisasi adalah kunci keberhasilan perjuangan guru.
“PGRI terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan pendidik untuk berkarya. Kehadiran Ketua LKBH PGRI, Bapak M. Ropiudin, S.H., dalam rapat ini juga menegaskan bahwa kami siap memberikan pendampingan hukum dan perlindungan maksimal bagi seluruh anggota. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai rumah yang aman dan progresif,” tegasnya.
Puncak acara diisi dengan arahan dari Ibunda Guru Kota Cilegon, Hj. Alfi Rizki Aghnia Robinsar. Selain memberikan motivasi, beliau juga memanfaatkan momen ini untuk mempererat tali silaturahmi.
“Sebagai Ibunda Guru, saya merasa bangga melihat semangat para ibu guru di Cilegon. Peran ganda yang dijalankan sebagai pendidik di sekolah dan madrasah, sekaligus pendidik utama di dalam keluarga, adalah tugas mulia yang luar biasa. Dalam kesempatan yang baik ini, saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar PGRI. Semoga ketulusan kita dalam membimbing anak bangsa menjadi amal jariyah,” ucap Hj. Alfi Rzjki Aghnia Robinsar.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dinamis mengenai rencana kerja strategis setahun ke depan, termasuk program literasi keluarga, pelatihan kewirausahaan bagi guru, dan penguatan advokasi perempuan. Suasana ramah tamah menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kekeluargaan.
Karmila Ilyas, salah satu peserta dari pengurus perempuan PGRI menyatakan antusiasmenya terhadap hasil rapat koordinasi ini.
“Pertemuan ini sangat mencerahkan. Kami di tingkat kecamatan merasa lebih diperhatikan, terutama dengan adanya komitmen perlindungan hukum dari LKBH dan arahan langsung dari Ibunda Guru. Ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk segera mengimplementasikan program kerja di lapangan,” ungkap Mila.
Sesuai dengan pemikiran tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara dan semangat pemberdayaan perempuan:
“Perempuan adalah tiang peradaban. Jika pendidik perempuannya berdaya dan terlindungi, maka kokohlah karakter generasi masa depan bangsa.”




