JAKARTA – Pemerintah secara resmi memutuskan untuk membatalkan wacana pemberlakuan kembali pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya direncanakan mulai April 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga kualitas SDM dan menghindari risiko learning loss yang lebih dalam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa meskipun dunia sedang menghadapi krisis energi dan kenaikan harga minyak akibat ketegangan global di Selat Hormuz, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama untuk tetap berjalan secara luring (tatap muka).

  • Urgensi Kualitas: Pemerintah menilai interaksi fisik di sekolah sangat krusial untuk pembentukan karakter dan pengawasan kedisiplinan siswa yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi.
  • Efisiensi Tanpa Korban: Langkah penghematan energi nasional akan diarahkan pada sektor lain yang tidak berdampak langsung pada proses belajar-mengajar.
  •  Dukungan Parlemen: Komisi X DPR RI sebelumnya juga menyatakan penolakan terhadap wacana daring karena dianggap kurang efektif dan berdampak pada kesehatan mental siswa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menambahkan bahwa fokus pemerintah tahun 2026 adalah revitalisasi 60 ribu gedung sekolah dan penguatan program Sekolah Unggul Garuda. “Pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. Prioritas kita adalah percepatan peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” ujarnya.

Sumber Rujukan Terpercaya:

  •  Kemenko PMK: Keterangan Pers Menko PMK Pratikno terkait Evaluasi Kebijakan Efisiensi Energi Nasional (25 Maret 2026).
  •  DetikEdu: “Sekolah Daring Batal! Menko PMK: Sekolah Tetap Tatap Muka Saat Krisis Global” (Rabu, 25 Maret 2026).
  •  Tempo.co: “Menteri Abdul Mu’ti: Rencana Pembelajaran Daring April 2026 Dibatalkan” (Rabu, 25 Maret 2026).
  •  Kompas/TribunNews: “Alasan Pemerintah Batalkan Sekolah Daring Mulai April 2026, Cegah Learning Loss Siswa” (25 Maret 2026).

Informasi ini sangat relevan bagi Bapak dalam kapasitas sebagai Ketua PGRI Kota Cilegon untuk memberikan ketenangan bagi para guru dan orang tua murid di wilayah Cilegon.