
CILEGON, 8 Maret 2026 – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Cilegon sejak semalam mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pagi ini, dampak cuaca ekstrem tersebut memicu luapan air di jalan protokol, pemukiman warga, serta sedikitnya 14 satuan pendidikan yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi pada infrastruktur sekolah, di mana beberapa bangunan mengalami kerusakan fisik akibat tekanan debit air dan drainase yang meluap.
Hingga rilis ini dikeluarkan, tercatat 14 sekolah mengalami gangguan operasional dan kerusakan fasilitas:
- Tingkat Taman Kanak-Kanak: TKN As Salam.
- Tingkat Sekolah Dasar (SD): SDN Belacu, SDN Masigit 1, SDN Cilegon 11, SD Al Azhar 40 YPKS, SDN Bumi Waras Pulomerak, SDN Cilegon V, SDN Panggung Rawi, dan SDN Kedaleman 2.
- Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP): SMPN 12 dan SMPN 6.
Laporan khusus menyoroti kerusakan fisik pada tiga titik sekolah akibat robohnya struktur pembatas:
- SDN Gedong Dalem 3: Pagar bagian belakang dilaporkan jebol/ambruk.
- SMPN 7 Cilegon: Tembok pagar roboh dan tembok bagian belakang juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa (roboh).
Selain fasilitas pendidikan, sejumlah ruas jalan protokol di pusat kota dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi, yang menghambat mobilitas kendaraan pagi ini. Pemukiman warga di area rendah juga masih dalam pemantauan tim terkait untuk proses evakuasi dan pendataan kerugian materiil.
Pemerintah setempat melalui instansi terkait tengah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan keselamatan siswa dan warga, serta melakukan langkah-langkah darurat untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan selalu memantau informasi resmi dari kanal komunikasi pemerintah daerah.




