
CILEGON – Jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon mengikuti agenda penting tingkat nasional yakni Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah sekaligus Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/05/2026).
Acara yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Ketua KPK dan Wakil Menteri Dalam Negeri ini diikuti secara virtual oleh berbagai elemen di seluruh Indonesia, termasuk para pendidik di lingkungan PGRI Kota Cilegon.
Dalam arahannya, pemerintah menekankan bahwa pendidikan anti korupsi harus menjadi pondasi karakter bangsa yang ditanamkan sejak dini, mulai dari tingkat PAUD hingga Menengah. Buku panduan yang diluncurkan hari ini dirancang sebagai referensi praktis bagi para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai integritas dalam proses belajar mengajar.
Ketua KPK menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tahun 2024, indeks integritas nasional berada di angka 69,50. Angka ini mendorong perlunya langkah nyata, salah satunya melalui penyusunan lima bahan ajar khusus yang mencakup elemen ketaatan pada aturan hingga pengelolaan dilema etis.
Selain isu integritas, pertemuan ini juga membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah. Pemerintah pusat menginstruksikan seluruh Kepala Daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan dan keterjangkauan harga di pasar, terutama dalam menghadapi tantangan distribusi di berbagai wilayah.
Keikutsertaan PGRI Kota Cilegon dalam acara ini menunjukkan peran aktif organisasi profesi dalam mendukung kebijakan pemerintah. Para guru di Cilegon diharapkan dapat segera mengadaptasi bahan ajar anti korupsi tersebut untuk membentuk generasi muda yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Pendidikan anti korupsi adalah strategi kita untuk menciptakan kekebalan komunal terhadap perilaku koruptif. Nilai-nilai ini harus mendarah daging sebagai prinsip hidup sejak masa sekolah,” tegas perwakilan pemerintah dalam sambutannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan manajemen pemerintahan daerah demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, maju, dan bermartabat.




