CILEGON – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kota Cilegon. Tim Privix dari SMP Negeri 4 Cilegon berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan melaju ke babak Top 10 Finalist dalam ajang bergengsi Digital Literacy Content Competition – Digiwise. Kompetisi skala nasional ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Deloitte, Prestasi Junior Indonesia (PJI), dan JA Worldwide Asia Pacific.

Keberhasilan Tim Privix menjadi bukti nyata bahwa pelajar Kota Cilegon mampu bersaing secara kreatif dan kritis di era transformasi digital.

Mengangkat Isu Privasi Digital Remaja
Dipandu oleh Ibu Dini Oktaviani selaku guru pendamping, Tim Privix menyajikan konten video edukatif yang sangat relevan dengan realitas generasi muda saat ini, yaitu pentingnya *menjaga privasi digital di media sosial.

Video tersebut mengisahkan realitas seorang pelajar yang kerap membagikan informasi pribadi di internet tanpa menyadari bahaya laten yang mengintai. Melalui karya ini, mereka mengingatkan rekan sejawat bahwa jejak digital (*digital footprint*) bersifat permanen dan dapat berdampak serius di masa depan.

Dalam proses produksinya, tim memanfaatkan aplikasi penyuntingan CapCut untuk meramu efek visual yang menarik agar pesan serius ini tetap interaktif dan mudah dicerna oleh kalangan remaja.
Wawancara Eksklusif: Tantangan dan Esensi Literasi Digital

Dalam kesempatan wawancara, Ibu Dini Oktaviani membagikan pandangan mendalam mengenai proses kreatif dan esensi dari kompetisi ini:

Tantangan Terbesar dalam Berkarya

“Tantangan terbesar kami adalah menyampaikan pesan yang cukup serius dalam durasi yang sangat singkat, namun tetap dikemas menarik agar memikat perhatian remaja. Proses ini menuntut kerja sama tim yang solid, kreativitas tinggi, sertat manajemen waktu yang sangat ketat selama pengambilan gambar dan editing.”

Mengapa Literasi Digital Mutlak Diperlukan?

“Pelajar saat ini hidup berdampingan dengan teknologi setiap hari. Literasi digital yang baik adalah perisai agar mereka dapat menggunakan internet secara aman, bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Ini adalah kunci agar generasi muda terhindar dari bahaya hoaks, cyberbullying, hingga penyalahgunaan data pribadi.”*

Ibu Dini juga membagikan tips praktis bagi pelajar untuk memfilter informasi di dunia maya:

  1. Periksa Sumber: Selalu lakukan verifikasi terhadap validitas sumber informasi.
  2. Skeptis pada Judul Sensasional: Jangan langsung memercayai umpan klik (clickbait).
  3. Cari Pembanding: Temukan informasi penguat dari kanal berita atau otoritas resmi yang terpercaya.
  4. Saring Sebelum Sharing: Berpikir kritis dan logis sebelum menyebarkan konten ke orang lain.

Pencapaian luar biasa menuju panggung 10 besar ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak manajemen sekolah SMPN 4 Cilegon yang terus memberikan stimulasi, arahan, dan motivasi tanpa henti di setiap tahapan kompetisi.

Menatap babak final yang sudah di depan mata, Tim Privix berharap dapat memberikan performa terbaik untuk mengharumkan nama Kota Cilegon di kancah nasional. Lebih dari sekadar trofi juara, harapan terbesar mereka adalah agar konten video yang diproduksi mampu mengedukasi dan membawa dampak sosial yang masif bagi remaja Indonesia.

Pesan untuk Pelajar Kota Cilegon
Sebagai penutup, Ibu Dini menitipkan pesan reflektif bagi seluruh pelajar di Kota Cilegon:

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti ruang belajar, wadah berkarya, dan sarana menyebarkan nilai-nilai positif. Jadilah generasi yang cerdas digital, bijak dalam berkomentar, serta selalu berpikir secara matang sebelum memposting sesuatu di internet.”

Keluarga Besar PGRI Kota Cilegon mengucapkan selamat berjuang kepada Tim Privix SMPN 4 Cilegon di babak final Digital Literacy Content Competition – Digiwise. Semoga prestasi ini menjadi pemantik inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Cilegon untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. *Red