
CILEGON, 6 September 2026 – Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, mengimbau seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kota Cilegon untuk tetap menjalankan tugas secara profesional, namun tidak mengabaikan kesehatan dan keselamatan diri di tengah kondisi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Nomor 100.3.4/230/DINDIKBUD/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah kesiapsiagaan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di lingkungan satuan pendidikan Kota Cilegon.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan PKBM di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon meniadakan pembelajaran tatap muka sementara dan melaksanakan PJJ/Belajar dari Rumah mulai Senin, 7 September 2026 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.
Bahrudin menegaskan bahwa kebijakan PJJ harus dipandang sebagai langkah perlindungan bersama, bukan sebagai pengurangan tanggung jawab guru.
“Guru tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembelajaran berjalan. Namun dalam kondisi seperti ini, kesehatan dan keselamatan guru juga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai kita ingin menjaga anak-anak, tetapi justru mengabaikan kesehatan diri sendiri,” ujar Bahrudin.
Ia meminta para guru memanfaatkan berbagai sarana digital yang tersedia untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif, terarah, dan tetap memperhatikan kondisi peserta didik. Dinas Pendidikan juga mengarahkan agar PJJ dapat memanfaatkan WhatsApp Group, Google Classroom, Rumah Belajar, maupun media daring resmi sekolah.
Menurut Bahrudin, guru tidak perlu memaksakan aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan abu vulkanik. Apabila terdapat kebutuhan untuk datang ke sekolah atau melakukan aktivitas di luar ruangan, guru diharapkan mempertimbangkan kondisi udara dan mengikuti protokol keselamatan yang berlaku.
“Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, tetapi jangan memaksakan diri. Kondisi setiap orang berbeda. Kalau tubuh memberi tanda lelah, istirahatlah. Menjaga kesehatan bukan berarti mengurangi profesionalisme, justru bagian dari profesionalisme seorang guru,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para guru untuk menjaga pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak mendukung.
Dalam surat edaran Dinas Pendidikan, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker standar medis/N95 apabila terpaksa keluar rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik. Selain itu, pintu dan jendela dianjurkan ditutup rapat serta debu dibersihkan secara berkala.
Bahrudin berharap para guru tetap menjaga komunikasi dengan peserta didik dan orang tua selama PJJ. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, guru bukan hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi sumber ketenangan dan penguatan bagi peserta didik serta keluarga.
“Mari kita hadapi kondisi ini dengan tenang, disiplin, dan saling menjaga. Tugas kita tetap berjalan, pembelajaran tetap berlangsung, tetapi kesehatan guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas bersama,” pungkas Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin.
PGRI Kota Cilegon juga mengajak seluruh guru untuk terus mengikuti informasi dan kebijakan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan kebijakan pembelajaran selanjutnya akan disampaikan melalui kanal resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.




