
Kiriman Ayah Didi Supriyadi
Secara geografis, Cilegon adalah kota industri di ujung barat Pulau Jawa. Namun dalam peta organisasi profesi guru, Cilegon menempati posisi sentral sebagai barometer militansi dan inovasi. Di sinilah PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) menunjukkan wajah terbarunya: adaptif, digital, namun tetap berakar kuat pada nilai perjuangan.
PGRI Kota Cilegon berhasil mematahkan stigma organisasi tua yang kaku. Mereka melangkah maju dengan manajemen media sosial yang rapi dan konten digital—seperti podcast edukatif—yang relevan. Kunci keberhasilan mereka terletak pada pendekatan institusional yang kuat: menonjolkan organisasi di atas figur perorangan.
Keunggulan PGRI Cilegon tidak muncul secara instan. Motor penggerak di balik transformasi ini adalah para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memiliki latar belakang sejarah panjang sebagai tenaga honorer kategori dua. Mentalitas mereka bukanlah mentalitas birokrat yang nyaman, melainkan mentalitas pejuang yang terasah oleh ketidakpastian nasib bertahun-tahun.
Rekam jejak aktivisme mereka terentang jelas dari tahun 2005 hingga 2025. Dalam setiap gelombang aksi menuntut kesejahteraan di Jakarta—baik di depan Istana Negara maupun DPR RI—elemen guru Cilegon selalu mendominasi. Konsistensi mereka teruji melalui aksi menginap berhari-hari, menunjukkan stamina perjuangan yang jarang dimiliki daerah lain.
Salah satu momen ikonik dalam sejarah gerakan ini lahir dari kreativitas guru Cilegon: aksi mengenakan daster di depan gerbang parlemen. Aksi ini melampaui sekadar unjuk rasa; ia menjadi bentuk political satire (satire politik) yang menggambarkan matinya keadilan. Keberanian untuk melakukan otokritik dan aksi simbolik inilah yang membedakan karakter guru Cilegon.
Saat ini, energi ledak yang dulu tumpah di jalanan telah disalurkan menjadi energi konstruktif dalam mengelola organisasi. Ribuan mantan honorer yang kini menjadi pengurus PGRI membawa etos kerja keras dan solidaritas organik ke dalam manajemen organisasi.
Hasilnya adalah PGRI Cilegon yang solid dan modern. Kisah Cilegon mengajarkan bahwa organisasi yang kuat tidak dibangun di atas kertas, melainkan di atas keringat dan memori kolektif anggotanya @admin ( edit)





Mantap,makin jadi PGRI Cilegon