
CILEGON 3 Januari 2026 – Meski saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang memasuki masa libur sekolah, musibah banjir yang melanda Kota Cilegon sejak dini hari tadi (03/01) tetap memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan. Sejumlah bangunan sekolah dilaporkan terendam, sementara akses jalan menuju lokasi pendidikan di beberapa kecamatan lumpuh total.
Berdasarkan pantauan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Cilegon hingga pagi ini, terdapat dua sekolah di Kecamatan Jombang yang terdampak cukup parah, yakni SDN Masigit 1 dan SDN Panggung Rawi. Air yang semula belum nampak pada sore hari, naik secara signifikan pada dini hari hingga pagi ini.
Di Kecamatan Cibeber, sebaran dampak lebih meluas meliputi SDN Kedaleman 4, SDN Kedaleman 1, SDN Kedaleman 2, serta SDN Cibeber 1 dan 2. Khusus untuk SDN Cibeber 1, 2, dan SDN Kedaleman 2, akses kendaraan terputus total karena genangan air yang menutup jalan utama. Sementara itu, di Kecamatan Citangkil, air dilaporkan hanya melintas di SDN Ciriu dan cepat surut, sedangkan wilayah Ciwandan masih dalam tahap pemantauan intensif.
Kabid Dikdasmen Dindik Kota Cilegon, Suhanda, dan juga pengurus PGRI Kota Cilegon langsung turun meninjau lokasi secara terpisah. Mengingat kondisi sekolah sedang kosong karena libur, fokus utama dialihkan pada pengamanan aset digital dan dokumen negara, serta memastikan kondisi para guru dan siswa yang rumahnya turut terdampak banjir.
Suhanda (Kabid Dikdasmen Dindik Kota Cilegon) menyampaikan; “Karena kondisi sekolah sedang libur, kami bersyukur tidak ada siswa maupun guru yang terjebak di lokasi sekolah. Namun, aset-aset sekolah seperti komputer, buku perpustakaan, dan rapor siswa menjadi prioritas penyelamatan kami. Kami meminta penjaga sekolah atau guru yang tinggal di dekat lokasi untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada kerusakan sarana prasarana agar bisa segera kami data untuk perbaikan pascabencana.”
Selain meninjau kondisi fisik bangunan, Bapak Suhanda memberikan arahan khusus yang bersifat instruktif kepada seluruh Kepala Sekolah di Kota Cilegon:
”Musibah tidak mengenal kalender pendidikan. Meskipun saat ini masa libur, saya menghimbau seluruh Kepala Sekolah untuk tetap dalam posisi Siaga Darurat. Pastikan ada sistem piket atau koordinasi cepat dengan penjaga sekolah.
Aset-aset vital seperti server komputer, dokumen inventaris, buku induk siswa, hingga perangkat elektronik harus dipastikan berada di titik tertinggi di dalam gedung sekolah. Jangan menunggu air masuk baru bertindak; langkah preventif adalah kunci agar kerugian aset negara bisa kita minimalisir sekecil mungkin.”
Di tempat berbeda Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila menuturkan; ”Harapan besar kami tentu saja ini menjadi banjir terakhir yang mengganggu ruang gerak pendidikan kita. Kami berharap perbaikan drainase lingkungan segera tuntas sehingga kedepannya, tidak ada lagi kecemasan akan banjir yang merendam gedung sekolah. Semoga para guru dan siswa yang terdampak secara pribadi di rumah masing-masing diberikan kekuatan dan kesehatan.”
Dalam kesempatan tersebut Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin Menyampaikan; “Fokus kami saat ini adalah kemanusiaan. Banyak guru dan siswa kita yang rumah pribadinya juga terendam. Kami mengimbau seluruh anggota PGRI untuk saling bahu-membahu dan melaporkan jika ada rekan sejawat atau anak didik yang membutuhkan bantuan darurat di rumahnya masing-masing. Walau sekolah libur, semangat kekeluargaan pendidikan harus tetap terjaga.”
Dinas Pendidikan berharap air segera surut agar proses sterilisasi dan pembersihan sekolah dapat dilakukan sebelum masa libur usai. PGRI juga mendorong adanya pendataan khusus bagi tenaga pendidik dan siswa yang terdampak secara ekonomi akibat banjir ini agar mendapatkan perhatian atau bantuan yang sesuai.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan No. 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), langkah yang diambil pejabat terkait untuk memonitor aset saat sekolah kosong adalah bentuk mitigasi non-struktural yang sangat penting.





Semoga ini menjadi banjir terakhir dan management resiko dapat diaplikasikan lebih optimal untuk mengurangi resiko kerugian akibat banjir. Semoga Allah SWT mengkaruniai keselamatan pada kita semua, aamiin
Turut prihatin atas musibah banjir yg menimpa unit satuan pendidikan, semoga bisa diambil hikmahnya tetap semangat salam sehat. Hidup guru hidup PGRI solidaritas YESS…YESS..yesss