
CILEGON, 10 Februari 2026 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus YPWKS sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang tahun 2026 yang bertempat di Ruang Media SMP YPWKS Cilegon. Perhelatan lima tahunan ini menandai babak baru organisasi dengan terpilihnya Bapak Adrian secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Cabang Khusus YPWKS masa bakti 2025-2030.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi dan yayasan, di antaranya Ketua PGRI Kota Cilegon, Perwakilan Ketua Yayasan YPWKS (Kepala Bidang SDM), Wakil Ketua PGRI Cabang Cilegon, Ketua PGRI Cabang Purwakarta, serta jajaran pengurus Cabang Khusus SMP.
Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Widiastuti, dalam laporannya menegaskan bahwa meskipun acara digelar secara sederhana, seluruh tahapan tetap berpijak kokoh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.
“Fokus utama kami hari ini adalah menjalankan amanah organisasi untuk melakukan pemilihan pengurus baru serta menyusun program kerja strategis untuk periode 2025-2030,” ujar Ibu Widiastuti.
Ketua PGRI Cabang Khusus periode 2020-2025, Drs. Zuladri Firman, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota atas sinergi yang terjalin selama lima tahun terakhir. Beliau juga menitipkan satu agenda besar yang menjadi tantangan ke depan, yakni aspirasi mengenai penyesuaian masa pensiun guru di lingkungan YPWKS hingga usia 60 tahun.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kota Cilegon memberikan ulasan bernada motivasi dengan membedah sejarah panjang PGRI. Merujuk pada literasi sejarah perjuangan guru, beliau mengingatkan bahwa PGRI lahir dari semangat persatuan di tengah dinamika zaman.
“Di era transformasi pendidikan saat ini, guru harus tetap solid. Organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen perjuangan untuk martabat dan kesejahteraan pendidik,” tegasnya.
Pihak Yayasan YPWKS yang diwakili oleh Kepala Bidang SDM menyambut baik pelaksanaan konferensi ini. Beliau menekankan bahwa PGRI dan Yayasan merupakan mitra strategis yang memiliki tujuan selaras dalam memajukan kualitas pendidikan
“Kami senantiasa terbuka untuk berdialog. Segala bentuk aspirasi yang disampaikan secara prosedural akan kami terima dengan senang hati demi kemajuan bersama. Keseimbangan antara hak dan kewajiban adalah kunci harmoni di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.
Pasca terpilih secara aklamasi, Bapak Adrian menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Dalam pidato perdananya, beliau berkomitmen untuk mengawal program-program yang masih tertunda dan fokus pada peningkatan profesionalisme anggota.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi nyata bagi kesejahteraan guru dan memastikan anggota PGRI YPWKS menjadi tenaga pendidik yang profesional serta adaptif terhadap perubahan,” kata Adrian.
Sebagai pesan penutup, beliau mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan sense of belonging (rasa memiliki) terhadap organisasi. Beliau mengingatkan bahwa kekuatan PGRI terletak pada kolektivitas, bukan pada individu.




