
CILEGON – Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kota Cilegon menggelar Workshop Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bertajuk “Deep Learning Session” di Aula Kominfo Pemerintah Kota Cilegon. Kegiatan bertema “GPAI Kuat, GPAIN Hebat, dan PAI Bermartabat” ini menjadi momentum penting bagi para pendidik agama untuk memperbarui metodologi pengajaran sekaligus menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kabid Pengembangan Kompetensi SDM (BKPSDM), Ahmad Najib, Ketua PGRI Kota Cilegon, Ketua Forum K3S Kota dan Kecamatan, serta Pengawas PAI.
Inisiatif Mandiri Demi Kualitas Pembelajaran
Ketua Panitia Pelaksana, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa workshop ini dipersiapkan dalam waktu singkat sebagai respons atas kebutuhan mendesak guru agama terhadap akses informasi terbaru mengenai Deep Learning.
“Kami ingin guru agama tidak tertinggal. Informasi Deep Learning tidak boleh hanya menyasar guru kelas, tetapi juga guru agama harus upgrade meskipun dengan keterbatasan jumlah peserta yang hadir saat ini,” ujar Ajat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KKG PAI Kota Cilegon, Ahmad Fadli, menyampaikan catatan kritisnya. Ia menyebut kegiatan ini lahir dari inisiatif mandiri karena merasa GPAI kurang mendapatkan porsi dalam pelatihan serupa di tingkat kedinasan.
Menyoal TPG 13 & 14 serta Regulasi Sertifikasi
Dalam sambutannya, Ahmad Fadli juga mempertanyakan kejelasan Tunjangan Profesi Guru (TPG) ke-13 dan 14 yang hingga kini belum cair di Kota Cilegon, berbeda dengan daerah tetangga seperti Tangerang.
Menanggapi hal itu, Kepala Kemenag Kota Cilegon, Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag.,m
Menjelaskan kompleksitas regulasi yang ada. Beliau menegaskan bahwa salah satu syarat pencairan TPG adalah kepemilikan dua sertifikat bagi guru agama.
“Dulu kegiatan seperti ini dibiayai Kemenag, namun sekarang regulasi di seluruh kabupaten/kota tidak memungkinkan lagi. Kami meminta Pemerintah Daerah untuk menyetujui Juknis agar proses ini lebih lancar,” kata Amin. Beliau juga berpesan agar organisasi profesi tidak terburu-buru mengambil langkah demonstrasi dan meminta pengawas untuk memudahkan urusan administrasi guru selama sesuai aturan.
Mewakili Kepala Dinas, Ahmad Najib memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif panitia. Ia memastikan bahwa urusan sertifikasi bagi guru agama saat ini tidak menemui kendala berarti.
“Saat ini kami sedang mengawal input data baru bagi sekitar 1.100 guru yang diajukan pencairannya,” jelas Najib. Ia juga membagikan informasi mengenai regulasi hukum terbaru dari Kemendikdasmen untuk melindungi profesi guru.
Di akhir sambutannya sebelum membuka acara secara resmi, Najib memberikan pesan menyentuh bagi para pendidik. “Jadikan anak didik menyenangi guru dan sekolahnya. Guru itu harus bahagia. Di sela mengajar, doakanlah anak didik kita agar menjadi insan yang mulia,” pungkasnya.
Setelah pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan sesi materi inti yang disampaikan langsung oleh tim penyusun modul dari pusat. Sesi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam mengenai penerapan Deep Learning dalam kurikulum PAI, sehingga pembelajaran agama di sekolah menjadi lebih bermakna dan relevan bagi siswa.
Dengerin lebih asik




