JAKARTA – Peringatan Puncak Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat Indonesia Kuat” menjadi momentum penting bagi penguatan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik. Acara yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Bapak Abdul Mukti, ini menegaskan investasi besar negara dalam sektor pendidikan.

Dalam laporannya, Mendikdasmen Abdul Mukti memaparkan realisasi program prioritas yang selaras dengan arahan Presiden dan Asta Cita, yaitu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua:Kenaikan Tunjangan Non-ASN:

  • Tunjangan guru Non-ASN telah dinaikkan menjadi Rp 2 juta.
  • Beasiswa S1 Guru: Sebanyak 12.500 guru yang belum berijazah S1/D4 mendapat kesempatan studi S1 melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp 3 juta per semester. Program ini ditargetkan menjangkau 162.500 guru dalam dua tahun.
  • Digitalisasi: Program revitalisasi 16.175 satuan pendidikan telah mencapai 86%, dan pelatihan untuk guru terus digencarkan, termasuk di bidang coding, AI, dan STEM.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan dan meyakinkan bahwa pendidikan adalah mata anggaran terbesar dalam APBN, melebihi 20%.

  • Peringatan Keras Anti-Korupsi: Presiden meminta semua aparatur negara untuk memastikan anggaran pendidikan sampai ke tujuan dan memperingatkan keras agar anggaran pendidikan tidak diselewengkan atau dikorupsi.
  • Perbaikan Sekolah Masif: Presiden bertekad melipatgandakan perbaikan sekolah rusak, dari 16.000 sekolah pada tahun ini menjadi minimal 60.000 sekolah pada tahun 2026.
  • Digitalisasi Pembelajaran: Program penyaluran lebih dari 200 ribu layar interaktif ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia akan rampung pada awal 2026. Target ke depan adalah menyediakan layar interaktif di setiap ruang kelas dan menyiarkan pelajaran dari guru-guru terbaik secara terpusat.
  • Prioritas Jembatan: Menanggapi laporan anak-anak sekolah yang kesulitan menyeberang, Presiden membentuk satuan tugas darurat untuk membangun 300.000 jembatan penyeberangan di daerah terpencil untuk memastikan keselamatan siswa.

Ketua PGRI Kota Cilegon menegaskan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah pusat, terutama dalam hal peningkatan kualifikasi S1 guru dan digitalisasi, sambil terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru honorer dan guru non-ASN di daerah.

“Para guru adalah tonggak terpenting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Kita semua yang duduk di depan ini, para pemimpin, tidak akan bisa berada di sini tanpa didikan dari guru yang baik,” tutup Presiden Prabowo, menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menghormati guru.