CINANGKA, SERANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII (2024-2029) di Hotel Hawai, Cinangka, pada Rabu (11/02/2026). Perhelatan ini menjadi momentum krusial bagi ribuan guru di Kabupaten Serang untuk merumuskan program kerja strategis satu tahun ke depan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh utusan PGRI Cabang dan Cabang Khusus se-Kabupaten Serang, serta jajaran undangan VIP, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, perwakilan PB PGRI, pengurus PGRI Provinsi Banten, serta unsur Muspika (Camat, Koramil, dan Polsek) Cinangka. Turut hadir pula perwakilan pengurus PGRI kabupaten/kota tetangga, di antaranya Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, dan Wakil Ketua PGRI Kota Serang.

Ketua PGRI Kabupaten Serang, H. Janjusi, dalam laporannya memaparkan progres program kerja yang telah berjalan. Ia memberikan penekanan khusus pada bidang Advokasi dan Perlindungan Hukum.

“PGRI harus menjadi rumah yang aman bagi guru. Kami terus mengoptimalkan program advokasi agar setiap anggota mendapatkan perlindungan hukum yang pasti dalam menjalankan tugas profesinya,” tegas Janjusi di hadapan ratusan delegasi.

Senada dengan hal tersebut, Ahmad Waseh selaku pengurus PB PGRI mengajak seluruh anggota untuk tetap solid. Menurutnya, kesolidan organisasi adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai regulasi yang terkadang kurang berpihak pada nasib guru. Ia berkomitmen bahwa PGRI akan terus berjuang demi kesejahteraan dan martabat guru di tingkat nasional.

Apresiasi tinggi datang dari PGRI Provinsi Banten melalui Sekretaris Umum, Mansyur, SE. Beliau memuji kelengkapan administrasi dan tata kelola organisasi PGRI Kabupaten Serang yang dinilai sangat baik. “Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya untuk merancang program yang konkret bagi kemajuan guru di Kabupaten Serang setahun ke depan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, yang hadir mewakili pemerintah daerah sekaligus membuka acara secara resmi, menyoroti pentingnya kolaborasi.

 “Sinergitas antara PGRI dan Pemerintah Kabupaten Serang sangat vital dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami mendorong PGRI untuk terus mengoptimalisasi literasi terhadap perubahan zaman agar pendidikan berkualitas dapat terwujud,” tutur Aber.

Selain agenda evaluasi program, konferensi ini juga diisi dengan prosesi sakral pembacaan naskah dan Pengukuhan Pengurus Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk memperkuat struktur organisasi di sisa masa bakti.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung literasi dan pengembangan profesi, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penerbitan buku yang melibatkan pihak penerbit Erlangga dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang. Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi para guru di Kabupaten Serang dalam melahirkan karya tulis ilmiah dan buku literasi yang berkualitas.

PGRI Kabupaten Serang adalah organisasi profesi yang menaungi ribuan guru di wilayah Kabupaten Serang, berkomitmen pada peningkatan kesejahteraan, perlindungan hukum, dan mutu pendidikan nasional.