CILEGON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon menyatakan dukungan strategis atas langkah Pemerintah Kota Cilegon dalam melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu, 4 Februari 2026.

Langkah Wali Kota Robinsar melantik 14 pejabat Eselon II—termasuk penempatan Ahmad Jubaedi sebagai Kepala Bappeda dan Dana Sujaksani sebagai Asisten Daerah II, serta penunjukan pelaksana tugas (Plt) krusial seperti Syafrudin (Plt Inspektur) dan dr. Ratu Robiatul Adawiyah (Plt Direktur RSUD)—dinilai sebagai “pemantik mesin birokrasi” untuk berlari lebih kencang.


PGRI Kota Cilegon memandang momentum ini melalui empat perspektif utama yang saling berkesinambungan:

1. Landasan Regulasi: Implementasi Manajemen Talenta

Apresiasi diberikan atas komitmen Pemkot Cilegon menjalankan rotasi berbasis kompetensi, bukan sekadar intuisi. Hal ini selaras dengan Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025 tentang Pedoman Manajemen Talenta ASN yang mulai berlaku efektif 1 Januari 2026.

Regulasi ini menuntut transparansi dan objektivitas dalam pola karier ASN. PGRI menilai, predikat “Baik” yang sebelumnya diberikan BKN RI terhadap implementasi manajemen talenta di Cilegon harus dipertahankan.

“Penerapan aturan ini adalah jaminan bagi para ASN, termasuk guru dan tenaga kependidikan, bahwa karir mereka ditentukan oleh prestasi dan kinerja, bukan kedekatan personal,” ungkap pandangan resmi PGRI.

2. Tantangan Berikutnya: Mengawal Data 467 Posisi Jabatan

PGRI menaruh perhatian serius pada langkah lanjutan pasca-pelantikan Eselon II. Berdasarkan data BKPSDM, terdapat 121 posisi Eselon III dan 346 posisi Eselon IV yang akan segera diproses.

Posisi-posisi ini (Eselon III dan IV) adalah ujung tombak eksekusi kebijakan, termasuk yang bersinggungan langsung dengan Dinas Pendidikan (Kabid, Kasi). PGRI mendorong agar pengisian ratusan jabatan ini dilakukan dengan kecermatan tinggi, memastikan figur yang terpilih memiliki passion dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu teknis di lapangan.

3. Perspektif Teoritis: Rotasi sebagai “Vaksin” Kejenuhan

Dalam tinjauan akademis, kebijakan rotasi yang dilakukan Wali Kota memiliki justifikasi ilmiah yang kuat. Merujuk pada teori Organizational Behavior dari Robbins & Judge (2019), rotasi pekerjaan (job rotation) berfungsi vital untuk mengurangi kebosanan kerja (boredom), meningkatkan motivasi, dan memperluas spektrum keahlian pegawai.
Bagi ekosistem pendidikan, pejabat yang memiliki wawasan luas hasil dari rotasi (tour of duty) akan lebih adaptif dan inovatif dalam memecahkan masalah kompleks, seperti kesenjangan sarana sekolah atau distribusi guru.

4. Tujuan Akhir: Amanat UU Sisdiknas

Segala bentuk reformasi birokrasi ini harus bermuara pada satu tujuan: pelayanan publik yang prima. Hal ini merupakan manifestasi dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mengamanatkan bahwa pengelolaan sistem pendidikan harus dilakukan secara efisien, efisien, dan akuntabel.

Birokrasi yang sehat adalah prasyarat mutlak bagi tercapainya standar nasional pendidikan. PGRI mengingatkan bahwa di balik setiap tanda tangan pejabat dan kebijakan administrasi, terdapat hak siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan hak guru untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Kesimpulan
PGRI Kota Cilegon siap bersinergi menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah. Kami optimis, dengan perpaduan antara kepatuhan pada regulasi BKN, penataan data kepegawaian yang rapi, pendekatan manajemen modern, dan ketaatan pada UU Sisdiknas, Cilegon akan mampu mewujudkan birokrasi berkelas dunia yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan.

Diterbitkan oleh:
Bidang Informasi dan Komunikasi
PGRI KOTA CILEGON
Rabu, 4 Februari 2026

Referensi:

  • Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025 tentang Pedoman Manajemen Talenta ASN.
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th Edition). Pearson.
  • Data BKPSDM Kota Cilegon (2026) terkait formasi Eselon III dan IV.