
CILEGON 4 Pebruari 2026 – Pemandangan berbeda terlihat dalam gelaran bimbingan teknis pengelolaan data pendidikan di Kota Cilegon hari ini. Sebanyak 519 Operator Sekolah memadati ruangan hingga harus duduk meleseh di lantai karena keterbatasan kursi dan anggaran. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat para “pejuang data” ini untuk menyimak materi demi masa depan pendidikan Cilegon.
Acara ini menghadirkan narasumber langsung dari Tim Pengembang Dapodik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hasan Choiri Mahmud, serta dihadiri oleh pejabat Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon dan Ketua PGRI Kota Cilegon.
Ketua Forum Komunikasi Operator dan Tenaga Administrasi Sekolah (FKOTAS) Kota Cilegon, Herman, dalam keterangannya menegaskan bahwa militansi rekan-rekan operator yang hadir—meski harus duduk lesehan—adalah bukti tanggung jawab profesi yang besar.
“DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) bukan sekadar aplikasi administrasi, melainkan jantungnya sistem perencanaan pendidikan nasional,” tegas Herman di sela-sela acara.
Ia menjelaskan bahwa melalui Dapodik inilah seluruh data sekolah dikumpulkan, diverifikasi, dan dijadikan dasar kebijakan. Mulai dari data peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, hingga rombongan belajar.
“Keakuratan dan ketepatan waktu pengisian Dapodik sangat menentukan banyak hal. Penyaluran dana BOS, tunjangan guru, perencanaan formasi guru, hingga bantuan sarana prasarana, semua bermuara dari sini. Artinya, satu data yang kurang tepat bisa berdampak panjang, merugikan hak siswa dan guru,” tambah Herman.
Baginya, Dapodik adalah alat transformasi data pendidikan untuk mewujudkan sekolah yang tertib administrasi, transparan, dan siap menghadapi kebijakan berbasis data menuju Cilegon Juara.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para operator. Ia mengaku terharu melihat semangat 519 peserta yang tetap fokus meski dalam keterbatasan fasilitas.
“Saya melihat integritas yang luar biasa di ruangan ini. Operator rela lesehan demi memastikan data sekolahnya valid. Ini adalah bentuk perjuangan nyata. PGRI berkomitmen akan terus mengawal agar kesejahteraan operator mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, karena di tangan merekalah nasib validitas data pendidikan kita bergantung,” ujar Bahrudin.
Sinergi dengan Dinas Pendidikan
Dari pihak Dinas Pendidikan Kota Cilegon, perwakilan pejabat Dindik h Humedi Selaku Sekdis menyampaikan bahwa validitas data adalah kunci keberhasilan program “Cilegon Juara”.
“Kami sangat terbantu dengan ketelitian para operator. Tanpa data yang valid di Dapodik, Dinas Pendidikan akan kesulitan memetakan kebutuhan rehabilitasi sekolah maupun distribusi guru. Kami berterima kasih atas kerja keras rekan-rekan operator,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, narasumber Tim Pengembang Dapodik Kemendikdasmen, Hasan Choiri Mahmud, membedah tuntas fitur-fitur terbaru dalam aplikasi Dapodik versi terkini. Ia mengingatkan agar operator berhati-hati dalam input data, khususnya terkait sinkronisasi data kependudukan siswa yang kerap menjadi kendala teknis.
“Sistem terus kita perbarui untuk meminimalisir celah kesalahan. Kehadiran bapak ibu secara langsung di sini sangat penting agar pemahaman teknis kita seragam, sehingga residu data anomali bisa kita nol-kan,” jelas Hasan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum transformasi entitas data pendidikan di Kota Cilegon, di mana keterbatasan fasilitas tidak menghalangi semangat untuk menghadirkan data yang berkualitas dan akuntabel. (Redaksi)
Yuk Dengerin di sini




