Perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi, dinamika sosial, serta tantangan global menuntut dunia pendidikan untuk terus berbenah. Guru tidak lagi cukup hanya mengajar, tetapi juga dituntut adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Dalam konteks inilah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), termasuk PGRI Kota Cilegon Provinsi Banten, meneguhkan peran strategisnya dalam menggagas masa depan guru dan mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua.

Transformasi PGRI merupakan langkah sadar dan terencana untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan. Transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek organisasi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir, penguatan profesionalisme guru, serta peningkatan kualitas layanan kepada anggota.

Guru masa depan adalah guru yang memiliki kompetensi utuh—menguasai substansi keilmuan, pedagogi, teknologi, serta nilai-nilai karakter dan kebangsaan. Di era digital, guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.

Peningkatan kompetensi tersebut harus berjalan seiring dengan pemenuhan hak, kesejahteraan, dan perlindungan profesi guru. PGRI Kota Cilegon secara konsisten memperjuangkan martabat guru, baik ASN maupun non-ASN, agar dapat menjalankan tugas profesionalnya dengan rasa aman dan penuh dedikasi.

Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, menegaskan:

“Transformasi PGRI adalah keharusan. Guru harus terus bertumbuh menjadi pribadi yang profesional, adaptif terhadap perubahan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian. PGRI hadir untuk memastikan tidak ada guru yang berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan zaman.”

Sebagai organisasi profesi, PGRI Kota Cilegon terus melakukan penguatan internal melalui pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas pengurus, serta penguatan peran cabang dan ranting. Transformasi ini diarahkan agar PGRI semakin modern, responsif terhadap aspirasi anggota, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

PGRI Kota Cilegon juga berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan pendidikan. Melalui dialog konstruktif, advokasi, dan sinergi lintas sektor, PGRI berupaya memastikan kebijakan pendidikan benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pembelajaran dan kesejahteraan guru.

Dalam kesempatan yang sama, Bahrudin menambahkan:

“PGRI Kota Cilegon berkomitmen menjadi organisasi yang solutif, bukan hanya menyuarakan aspirasi guru, tetapi juga menghadirkan gagasan dan aksi nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan di daerah.”

PGRI Kota Cilegon meyakini bahwa pendidikan berkualitas adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Oleh karena itu, PGRI berkomitmen mendorong pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu layanan pendidikan, serta keadilan bagi seluruh insan pendidikan di Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

Melalui pendampingan guru, penguatan profesionalisme, serta advokasi kebijakan, PGRI Kota Cilegon hadir memastikan bahwa transformasi pendidikan nasional benar-benar berdampak langsung di ruang-ruang kelas dan dirasakan oleh peserta didik.

“Pendidikan berkualitas hanya bisa terwujud jika guru dihargai, diberdayakan, dan dilibatkan secara aktif dalam setiap kebijakan pendidikan,” tegas Bahrudin.

Transformasi PGRI Kota Cilegon merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menjawab tantangan zaman dan menjaga marwah profesi guru. Dengan semangat kebersamaan, soliditas organisasi, dan komitmen perjuangan, PGRI Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Bahrudin terus bergerak memperkuat peran guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Guru berdaya, organisasi kuat, dan pendidikan berkualitas untuk semua adalah tujuan bersama yang terus diperjuangkan oleh PGRI demi masa depan Kota Cilegon, Provinsi Banten, dan Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan bermartabat.

Sumber Materi Sekjen PB PGRI