
CILEGON – Semangat Solidaritas, Dedikasi, dan Loyalitas kembali dibuktikan oleh keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon, PGRI Kota Cilegon bersinergi dengan PGRI Kota Serang dan PGRI Kabupaten Tangerang dalam aksi kemanusiaan untuk membantu para guru yang terdampak.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cilegon yang dihadiri Sekretaris (Humaedi) dan Kepala Bidang Perijinan, Bahasa dan GTK (Ahmad Najid) menyampaikan apresiasi tinggi kepada PGRI Kota Cilegon serta PGRI Kota Serang dan Kabupaten Tangerang atas sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan terus memantau kondisi guru dan satuan pendidikan terdampak banjir serta berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah pemulihan sesuai kewenangan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat PGRI yang hadir langsung membantu para guru terdampak. Ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam situasi darurat,” ujarnya.
Ia juga berharap solidaritas dan kepedulian seperti ini dapat terus terjaga demi kesejahteraan guru dan keberlangsungan layanan pendidikan.
Kolaborasi lintas daerah ini menjadi wujud nyata bahwa PGRI adalah rumah besar perjuangan guru, yang ikatan persaudaraannya melampaui batas administratif dan wilayah.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di SD Kedaleman IV, Kota Cilegon. Kehadiran jajaran pengurus PGRI dari Kota Serang dan Kabupaten Tangerang tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan empati yang mendalam bagi para guru terdampak.
Bencana banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan para pendidik. Menyadari kondisi tersebut, bantuan berupa logistik dan dana tunai dihimpun melalui donasi sukarela anggota PGRI dari tiga wilayah sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kolektif.
- PGRI Kota Cilegon Tuan rumah kegiatan, pelaksana asesmen data korban, serta koordinator lapangan penyaluran bantuan.
- PGRI Kota Serang Penyalur bantuan logistik hasil donasi guru serta siswa di Kota Serang.
- PGRI Kabupaten Tangerang Pemberi dukungan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban guru terdampak banjir di Cilegon.
Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemutakhiran data di lapangan, jumlah guru terdampak mengalami peningkatan signifikan.
“Dari data awal sekitar 65 orang, kini tercatat lebih dari 100 guru di berbagai jenjang—mulai PAUD, TK, SD hingga SMP di seluruh kecamatan se-Kota Cilegon yang rumahnya terendam banjir. Banyak di antaranya tinggal di wilayah perkampungan dengan dampak cukup parah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap anggota adalah prinsip utama organisasi.
“Bagi kami, anggota/para guru adalah nyawa organisasi,” tegas Bahrudin.
Ketua PGRI Kota Serang, H Ali Imron, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa aksi solidaritas ini merupakan panggilan nurani.
“Di saat musibah, insya Allah guru tidak pernah sendirian. PGRI hadir untuk menemani dan membersamai. Jangan pernah menyesal menjadi guru. Jika guru bersatu, maka guru akan kuat,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian bantuan yang sebelumnya dialokasikan untuk wilayah Sumatera (Aceh dan Sumatera Barat) dialihkan ke Cilegon karena kondisi cuaca ekstrem dan urgensi kebutuhan di wilayah Banten.
Dukungan serupa datang dari PGRI Kabupaten Tangerang yang diketuai oleh Cucu Saefullah, pada saatnya beliau berhalangan dan mencoba dengan G Meet namun belum bisa, yang turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan solidaritas mendalam terhadap rekan sejawat yang tengah menghadapi ujian berat. Dan menyampaikan pesan melalui telepon, Ia menegaskan bahwa kepedulian antar anggota PGRI tidak mengenal batas wilayah dan harus terus dijaga sebagai kekuatan organisasi.
“Apa yang dirasakan saudara kami di Cilegon adalah juga duka kami. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menguatkan semangat para guru untuk bangkit kembali,” ungkapnya dalam telepon.
Bantuan kemanusiaan yang diserahkan meliputi:
- Paket sembako, untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar.
- Dana tunai, guna membantu kebutuhan mendesak kebersihan rumah.
Dukungan moral dan psikologis, melalui kehadiran langsung pengurus PGRI sebagai bentuk kepedulian dan penguatan semangat.
Bahrudin berharap musibah ini tidak melemahkan semangat para pendidik dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia mengajak seluruh anggota menjadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas dan kebersamaan di dalam tubuh PGRI.
“Mari kita bersatu di PGRI, bukan hanya untuk urusan profesi, tetapi juga untuk solidaritas kemanusiaan. Semoga para guru tetap semangat dan terus meningkatkan kompetensi di tengah segala keterbatasan,” pungkasnya




