
BANDUNG – Perhelatan akbar Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Nasional Tahun 2025 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 26–28 November 2025 telah resmi berakhir. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian kreativitas, sportivitas, dan profesionalitas guru dari seluruh Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nomor 05/Kep/PORSENIJARNAS-PGRI/XXIII/2025, Kontingen PGRI Provinsi Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai Juara Umum dengan perolehan medali tertinggi. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur menempati posisi kedua, disusul Jawa Barat di posisi ketiga.
Meski persaingan sangat ketat, Kontingen PGRI Provinsi Banten berhasil menunjukkan taringnya dengan masuk dalam jajaran 10 Besar Nasional. Prestasi ini diraih berkat perjuangan keras para atlet dan seniman guru perwakilan Banten di berbagai mata lomba:
- Juara III Bersama pada Cabang Olahraga Bulutangkis.
- Peringkat 3 pada Lomba Tari Tunggal Kreasi dengan nilai 276,00.
- Peringkat 4 pada Lomba Menyanyi Solo Putra dengan nilai 281,10.
- Peringkat 4 pada Lomba Menyanyi Solo Putri dengan nilai 278,40.
- Untuk cabang Catur, Banten menempati peringkat ke-22.
Menanggapi hasil PORSENIJAR Nasional 2025 ini, Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, memberikan apresiasi sekaligus arahan strategis bagi seluruh anggota PGRI di Kota Cilegon.
“Pertama, saya ucapkan selamat kepada Kontingen Banten yang telah berjuang membawa nama daerah di kancah nasional. Masuk 10 besar adalah capaian yang patut disyukuri, namun tidak boleh membuat kita berpuas diri,” ujar Bahrudin.
Bahrudin menegaskan bahwa hasil ini harus menjadi bahan bakar semangat bagi guru-guru di Kota Cilegon. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kompetensi seni/olahraga dengan kompetensi inti guru, yaitu pembelajaran.
“Kita lihat di SK Juara, ada kategori Lomba Praktik Pembelajaran. Tahun ini juara pertamanya diraih oleh rekan kita dari Jawa Tengah, Chitra Sintarani. Ini adalah sinyal bagi kita di Cilegon. Ke depan, saya ingin guru-guru Cilegon tidak hanya jago di lapangan bulutangkis atau panggung seni, tapi juga mendominasi di panggung inovasi pembelajaran,” tegasnya.
Menutup arahannya, Bahrudin mengajak seluruh ranting dan cabang PGRI di Cilegon untuk mulai mempersiapkan diri lebih dini.
“Jadikan SK Hasil PORSENIJAR ini sebagai peta kekuatan lawan dan cermin bagi diri kita. Program pelatihan yang sedang gencar kita lakukan, seperti pelatihan Deep Learning bagi Kepala Sekolah dan Guru, adalah salah satu ikhtiar kita. Saya instruksikan agar hasil pelatihan tersebut nantinya dikonversi menjadi praktik baik (best practice) yang siap dilombakan di PORSENIJAR berikutnya. Mari kita rebut emas di kategori Praktik Pembelajaran pada ajang selanjutnya,” pungkas Bahrudin.
Semoga semangat PORSENIJAR 2025 ini menginspirasi seluruh guru di Kota Cilegon untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas!
(Sumber Data: Lampiran SK Panitia PORSENIJAR PGRI Tingkat Nasional Tahun 2025)




Terimakasih doa & partisipasi PGRI Cilegon. Mudah2n prestasi ini dapat kita tingkatkan dimasa yg akan datang
Keren pak