CILEGON, 30 Nopember 2025 – Pemerintah Kota Cilegon merespons cepat bencana alam gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui Surat Dinas Nomor 400.14/2666/Um tertanggal 29 November 2025, Wali Kota Cilegon, Robinsar, secara resmi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, dan elemen masyarakat untuk melakukan aksi nyata penggalangan bantuan logistik.

Dalam surat yang bersifat penting tersebut, Wali Kota menekankan agar donasi difokuskan pada kebutuhan mendesak. Barang-barang yang diprioritaskan meliputi bahan makanan dan minuman, pakaian, selimut, tenda serba guna, hingga velbed (tempat tidur lipat) yang sangat dibutuhkan di lokasi pengungsian.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, menyatakan kesiapan instansinya sebagai pusat komando pengumpulan bantuan.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, Posko Bantuan Bencana di Kantor BPBD Cilegon telah aktif. Kami siap menampung logistik yang masuk hari ini, Sabtu 29 November 2025, untuk selanjutnya diserahkan kepada Koderal III dan Asster Koderal III TNI AL agar distribusi lintas pulau berjalan lancar,” ujar Suhendi.

Sementara itu, untuk memastikan partisipasi aktif dari sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Cilegon menunjuk Bapak Ruhandi untuk mengoordinasikan penerimaan donasi dari sekolah-sekolah.

“Kami di Dinas Pendidikan bertugas mengawal partisipasi dari satuan pendidikan. Saya siap menerima dan mendata donasi atau bantuan yang dikumpulkan secara kolektif dari sekolah-sekolah, baik itu SD maupun SMP,” ungkap Ruhandi.

Ruhandi menambahkan bahwa koordinasi ini penting agar bantuan dari ribuan siswa dan guru di Cilegon dapat terdata dengan rapi sebelum digabungkan dengan bantuan induk di BPBD. “Sekolah-sekolah sangat antusias. Tugas kami memastikan alurnya mudah agar bantuan tersebut bisa tepat waktu diserahkan ke posko utama,” tambahnya.

Langkah taktis Dinas Pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari organisasi profesi. Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, menegaskan bahwa solidaritas adalah bagian dari kompetensi sosial pendidik.

“PGRI Kota Cilegon mendukung penuh instruksi Pak Wali Kota dan langkah Dinas Pendidikan. Musibah di Sumatra adalah duka kita. Saya mengimbau seluruh anggota untuk bergerak, menyisihkan rezeki atau barang layak pakai seperti selimut dan pakaian,” tegas Bahrudin.

Di tingkat operasional, Sekretaris PGRI Cabang Cibeber, Fadli, menyatakan kesiapannya mengonsolidasikan bantuan di tingkat cabang agar lebih efektif. “Kami pastikan instruksi ini sampai ke ranting. Koordinasi harus cepat karena waktu pengumpulan yang singkat,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cibeber, Ahmad Jahuri, menyatakan kesiapan para kepala sekolah menjadi motor penggerak. “K3S Cibeber siap menyambut seruan ini. Kami memobilisasi bantuan spesifik seperti makanan instan dan perlengkapan tidur sesuai daftar kebutuhan, sebagai wujud nyata empati warga sekolah,” pungkas Jahuri.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI AL, dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana di Sumatra serta memperkuat nilai gotong royong di Kota Cilegon.