Program SLCC

Berdasarkan Ad/ART PGRI Bab XXII

Pasal 66

PSLCC adalah perangkat kelengkapan organisasi yang bertugas melakukan pengembangan profesi dan pelatihan peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan karakter berbasis teknologi informas

Berdasarkan peran dan fungsinya, PGRI SLCC (Smart Learning and Character Center) adalah perangkat kelengkapan organisasi PGRI yang bertugas meningkatkan kompetensi guru dalam bidang teknologi, pembelajaran cerdas (smart learning), dan penguatan pendidikan karakter.
Berikut adalah rincian program kegiatan PGRI SLCC yang umum dilaksanakan, merujuk pada arahan Prof. Richardus Eko Indrajit (Ketua PB PGRI SLCC) dan dokumentasi kegiatan PGRI di berbagai tingkat:

1. Pelatihan Literasi Digital & Teknologi Pembelajaran
Ini adalah program inti SLCC untuk memastikan guru mampu beradaptasi dengan transformasi digital.

  • *Workshop Office 365 & Google Workspace for Education: Pelatihan manajemen kelas digital, penyimpanan awan (cloud), dan kolaborasi dokumen daring.
  • Pemanfaatan Canva for Education: Melatih guru membuat desain grafis untuk bahan ajar, poster, dan presentasi yang menarik secara visual.
  •  Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Video: Teknik editing video sederhana menggunakan ponsel atau PC (misal: Kinemaster, CapCut, Camtasia) untuk materi ajar asinkronus.

2. Pengembangan Media Pembelajaran Kekinian (Imersif)

Merujuk pada tren teknologi pendidikan 4.0 dan 5.0, SLCC sering mengadakan program yang lebih advance:

  •  Augmented Reality (AR) & Virtual Reality (VR): Pelatihan pembuatan media ajar interaktif di mana objek belajar bisa “muncul” secara 3D melalui gawai siswa.
  •  Gamifikasi Pembelajaran: Membuat kuis interaktif atau game edukasi sederhana (misal: Quizizz, Wordwall, Kahoot).
  •  Coding & Computational Thinking: Pengenalan logika pemrograman dasar untuk guru, agar bisa diajarkan kembali kepada siswa (termasuk Scratch).

3. Program E-Sport untuk Pendidikan

Ini adalah salah satu terobosan unik SLCC di bawah kepemimpinan Prof. Eko Indrajit.

  • Turnamen E-Sport Pelajar & Guru: Mengwadahi minat siswa dan guru dalam game kompetitif (seperti Mobile Legends, PUBG Mobile) namun diarahkan ke aspek positif seperti strategi, kerjasama tim, dan sportivitas.
  • Seminar E-Sport: Memberikan pemahaman kepada guru dan orang tua bahwa game bisa menjadi career path dan melatih kognitif jika dikelola dengan manajemen waktu yang baik.

4. Penguatan Pendidikan Karakter (Character Center)

Sesuai namanya, SLCC tidak hanya soal teknologi, tapi juga karakter di dunia maya.

  • Literasi Etika Digital (Cyber Ethics): Seminar mengenai cara berinternet yang sehat, melawan cyber-bullying, dan memilah berita bohong (hoax).
  • Profil Pelajar Pancasila: Integrasi nilai-nilai karakter dalam penggunaan teknologi sehari-hari.

5. Publikasi dan Seminar Web (Webinar)

  • Webinar Rutin: Mengundang pakar EdTech (Teknologi Pendidikan) untuk membahas isu terkini seperti AI (Artificial Intelligence) dalam pendidikan (misal: penggunaan ChatGPT/Gemini secara etis).
  • Klinik Konsultasi PJJ/Hybrid Learning: Memberikan pendampingan bagi sekolah yang mengalami kesulitan dalam metode pembelajaran campuran.

Prof. Richardus Eko Indrajit (Ketua SLCC PB PGRI) sering menekankan dalam berbagai seminar dan tulisannya bahwa:

 “Teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru, namun guru yang tidak menggunakan teknologi akan tergantikan oleh mereka yang menggunakannya.”

Beliau juga menegaskan bahwa SLCC hadir bukan untuk membuat guru menjadi ahli teknisi komputer, melainkan menjadikan guru mampu mengorkestrasi teknologi sebagai alat bantu pedagogis yang efektif.

Sumber Referensi:

  • Indrajit, R. E. (2021). “Smart Learning & Character Center: Konsep dan Implementasi”. Penerbit Andi.
  • Website Resmi PGRI (pgri.or.id) – Kanal Kegiatan SLCC.
  • Laporan Kegiatan SLCC PGRI tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten.

Berdasarkan Ad/ART PGRI Bab XXII

Pasal 66

PSLCC adalah perangkat kelengkapan organisasi yang bertugas melakukan pengembangan profesi dan pelatihan peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan karakter berbasis teknologi informas